Membuat Penetas Telur Otomatis

Posted on 27. May, 2010 by in Kreativitas

Penetas Telur Otomatis

Halaman ini mengenai penetas telur dengan kontrol suhu otomatis.

Komponen utama (lihat di diagramnya masing2): thermistor, resistor, ic, diode, trimpot, relay, led, pcb.

Komponen tambahan: fan untuk harddisk (kecil tapi kencang), power supply/adaptor.

fisik thermistor fan mini

Komponen paling utamanya adalah thermistor, barang langka yang tidak setiap toko elektronik menyediakannya. Hal ini terjadi karena thermistor ini amat sangat jarang dibeli! Sesuai dengan hukum dagang: barang yang lakulah yang banyak. Di kota saya, Bogor, setiap toko elektronik yang saya ketahui tidak sedia. Searching di Internet, cari toko elektronik online juga tidak sedia. Selain thermistor, ic LM339 dan LM311 juga tidak ada (kecuali LM741 banyak, karena umumnya dipakai sebagai preamp/tone control)! Yah mau tidak mau harus ke Jakarta!

Harganya lumayan, @ Rp. 17.500 ( belum termasuk ongkos pulang-pergi), yang setelah “diubek-ubek” hanya ada 2 toko di Glodok yang menyediakannya (dari beberapa puluh toko komponen elektronik disana!). Itupun tidak sedia banyak, hanya beberapa buah! Toko OK Elektronik, toko yang sudah puluhan tahun disana, hanya punya thermistor 10K @ Rp 25.000, padahal saya perlu yang ukuran 20K atau 50K (10K terlalu sensitif)! Jadi memang thermistor ini benar-benar komponen yang amat sangat langka dan juga mahal!! (17.500 + 50.000 (ongkos) = 67.500). Namun karena butuh, apa boleh buat. . . . .

Dibawah ini ada 4 buah rangkaian elektronik, yang komponen2 nya mudah didapat (selain thermistor tentunya). Dari yang paling mudah hingga yang agak “ramai”; semuanya sudah saya coba dan hasilnya adalah:

1.

thermo fan control2 irf thermo

Ini adalah rangkaian yang paling sederhana dengan hanya 3 komponen: thermistor, mosfet (IRF510/IRF630) dan 10K potensiometer. Hasilnya: bila melebihi suhu yang diinginkan maka fan akan menyala. Biaya sekitar 30 ribuan (tidak termasuk PS+fan). Lebih cocok untuk mendinginkan power amplifier.

2.

741thermo-1http://karisimby.wordpress.com/2009/08/09/craig’s-thermostat-circuits/

rangkaian 741pemasanganposisi thermistor1posisi thermistor lm741 arrangement

Relay akan hidup bila suhu melebihi yang diinginkan. Relay ini  dihubungkan ke fan juga, agar udara didalam disedot keluar sehingga suhu turun. Biaya sekitar 50 ribuan (tidak termasuk PS+fan).

Box yang dipergunakan masih yang lama. Fan ditempatkan di lubang ventilasi, sehingga tidak perlu lagi buka-tutup. Ketika suhu mencapai 38° C relay hidup dan fanpun hidup. Lamanya relay (fan) hidup diatur di VR2 (hysteresis= perbandingan suhu tertinggi dengan terendah. Perbedaan hanya berkisar 0.5°-1°). VR1 mengatur tinggi rendahnya suhu yang ingin dicapai. Setelah menggunakan rangkaian ini saya sudah tidak perlu lagi hidup-matikan lampu tambahan. Dengan lampu 30w (25+5) siang hari, ventilasi tertutup, suhu tetap konstan di 37.8° C (100° F). Bolak balik telur hanya 2x, pagi dan malam. Kalau dengan 25w saja suhu hanya 36° C. Bila malam, apalagi habis turun hujan,  lampu 35w (25+5+5). Bila kelupaan mematikan salah satunya ketika sudah siang, suhu tetap saja konstan, hanya relay jadi sering cetak-cetok (on-off maksudnya). Ah sabodo teh teuing. . .

3.

311Thermostathttp://home.cogeco.ca/~rpaisley4/x311Thermostat.html

Gambar pertamalah yang dicoba. Relay tetap hidup ketika suhu rendah, dan mati bila suhu melebihi titik yang diinginkan. Juga dihubungkan ke fan. Dua diagram dibawah setelah dites tidak bagus. Biaya idem.

4.

lp339 heater+thermostat diagram

rangkaian 741heaterkardus lp339 heater+thermostat pcb

Karena ic LP 339 tidak ada maka diganti dengan LM 339.

Relay selalu hidup ketika suhu rendah, dan mati ketika suhu tinggi. Karena relay selalu on maka pada relay disambungkan ke 16 resistornya yang berfungsi sebagai pemanas. Jadi ketika suhu sudah melebihi yang diinginkan maka relay menjadi mati dan pemanasnya juga mati. Bila ternyata 16 resistor masih kurang, boleh ditambah sampai tercapai suhu yang diinginkan. Biaya sekitar 70 ribuan.

Baik LM 311 maupun LM 339 cocok untuk daerah yang belum dialiri listrik, atau yang dayanya kecil (450w). Cukup dengan accu maka inkubator bisa dijalankan. Namun karena keterbatasan maka disarankan menggunakan minimal 2 buah accu; satu dipakai, yang lain dicharge. Lebih baik lagi bila accunya berkapasitas 40A atau lebih.

Power Supply:

12v regulated ic regulator

Trafo 1A, bridge rectifier, 2200µf/16v, ic 7812, 100µf/16v. Biaya sekitar 20 ribuan. Output powersupply ini selalu stabil di 12vDC sehingga komponen tidak cepat rusak. Bisa saja menggunakan adaptor yang sudah jadi (lebih murah) tapi umumnya tidak pernah stabil, selalu lebih dari yang dibutuhkan. Misal diset di 12v hasilnya bisa 14v-16v!

Ralat: Trafo sebaiknya yang 0-15v 1A. Ini dikarenakan voltase  listrik bila masuk sore hari (dimana ribuan rumah2 sudah menghidupkan lampu2) hanya sekitar 170-180v (bukan 220vac). Bila menggunakan yang 12v maka outputnya hanya sekitar 10vdc, dan berakibat relay tidak bekerja. Bila yang 15v maka outputnya sekitar 11.6vdc, cukup untuk menghidupkan relaynya.

Pemasangan/setting:

Tempatkan alat diatas box inkubator. Thermistor ditempatkan didalam (dengan menyambungkan kabel). Fan ditempatkan diatas juga. Set trimpot (lihat diagram) agar relay on/off sesuai dengan suhu yang diinginkan. Ketika suhu mencapai 38° C (thermometer harus ditempatkan didalam juga) relay menjadi on (LM741), menghidupkan fan yang menyedot udara didalam keluar, akibatnya suhu menjadi turun dan relay kembali pada posisi off.

Pada LM 339/311, ketika suhu mencapai 38° C atau lebih, relay menjadi mati, dan akibatnya pemanas (yang berupa kumpulan resistor) juga ikut mati. Dengan demikian suhu akan turun.

.

Bagi yang menginginkan alat ini dapat saja saya buatkan, tapi belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Belum tahu berapa total biayanya bila ‘terima jadi’ (komponen kontrol+PS+fan+ongkos kirim+ongkos kerja). Maklum, harus kerja ditempat lain. Atau mungkin mau merakit sendiri dengan komponen yang sudah komplit bisa juga (PS+fan  tidak termasuk karena berat sehingga ongkos kirim menjadi lebih mahal). Pengiriman via kantor pos atau jasa pengiriman lainnya. Mohon sabar.

.

27/12/09

Sudah terkumpul komponen thermostat LM741 untuk 20 unit, tapi tanpa relay. Kalau hanya untuk menghidupkan fan cukup dengan transistor saja. Baru 4 unit yang jadi, semuanya sudah di set pada 37.8°C (100°F). Walaupun demikian tetap harus diset ulang disetiap box yang berbeda demi kepastian. Trimpotnya (VR3 menurut diagram) harus diputar secara perlahan-lahan karena sangat sensitif; kekiri agar kurang dari 37, kekanan agar lebih dari 37. VR1 tidak perlu diubah. VR2 kalau ingin fan lebih  lama nyalanya putar ke kanan.

1a.pakai trans1b.pakai relay1c.2a2b2c

3.741setting

Thermometer yang dipergunakan:

4a.thermometer4b4c

Yang bulat kecil harganya Rp 55rb di toko teknik yang menjual aneka perkakas/pertukangan. Terpaksa beli karena lebih akurat dan sensitif  (kalau yang kayu Rp 15rb ada di toko buku atau Gramedia. Maaf, tidak ada maksud promosi). Thermometer inilah yang dipakai untuk men-set thermostatnya. Sedangkan thermometer kayu tetap didalam box sebagai pembanding.

.

Cara menggunakan:

Tempatkan alat diatas box. Masukkan thermistor kedalam (misalnya dengan dilubangi didekat alatnya) hingga diatas telur. Jangan dekat lampu! Tempatkan fannya diatas atau disamping box, dengan arah angin keluar. Jangan di lubang ventilasi, karena tetap harus bisa buka-tutup (alasannya ada dibawah). Sambungkan power supply 12vdcnya tapi jangan dulu dihidupkan.

Hidupkanlah lampu2 pemanas box selama -/+ 1 jam. Lebih bagus bila dilakukan pada malam hari, karena suhu lebih dingin dibanding siang. Perhatikan suhunya;  atur lubang ventilasi agar suhu stabil (seolah-olah tidak punya alat ini). Memang agak memakan waktu, tetapi percayalah, demi pengawetan alat. Setelah yakin suhu stabil maka barulah dinyalakan alat ini. Bila suhu melebihi settingan maka otomatis akan menghidupkan fannya sehingga udara panas yang berlebih akan tersedot keluar dan suhu kembali normal. Bila alat ini tidak menyala maka suhunya pas atau sedikit dibawah settingannya. Yang penting adalah sewaktu mengatur lubang ventilasi (hal yang prioritas utama untuk dilakukan) suhu terlihat pada 37°-37,8° C (98°-100° F). Lebih bagus lagi jika didalam box ada fan (fan ex power supply PC, lebih besar dari fan ex harddisk diatas) juga, yang berfungsi menyebarkan panas kesekeliling dalam box, sehingga setiap sudut box mendapatkan panas yang sama.

Jika sudah masuk siang, pasti suhu inkub  akan meningkat. Biarkan lubang vent tetap seperti diatas. Sekarang perhatikanlah thermometernya. Bila sudah mencapai 38°C alat masih belum menyala, putarlah VR3 (lih gambar) kekiri, sedikit demi sedikit, sampai akhirnya fan hidup. Istilahnya diputar sepersekian mili demi sepersekian mili, karena amat sangat sensitif. Jangan diputar mengikuti hawa nafsu, karena tidak akan pas. Lalu biarkan hingga fannya mati sendiri. Perhatikan kembali thermometernya, bila pada suhu yang diinginkan masih juga belum menyala maka putar kembali VR3nya seperti diatas. Demikian diulangi hingga alat benar2 berfungsi sesuai suhu yang diinginkan. Demikian sebaliknya bila fan sudah hidup dibawah/pas  37°; putar VR kekanan perlahan hingga fan mati. Perhatikan kembali suhu; masih juga menyala dibawah suhu yang diinginkan, putar kembali VR kekanan hingga fan mati. Ulangi sampai benar2 pas atau kurang kebihlah. Memang agak repot/mengesalkan, tapi tidak akan sia-sia karena menyangkut nyawa, bukan? Maka sekarang suhu secara otomatis akan stabil (khususnya pada siang hari, ketika ditinggal pergi/kerja) walaupun lubang vent tidak diutak-atik. Namun demikian tetap saja suhu harus selalu diperhatikan sesekali. Namanya buatan manusia, tidak ada yang abadi. Jangan lupa untuk selalu membolak balikan telur minimal 2x/hari selama 18 hari. Juga jangan lupa untuk selalu ada air didalam agar ada kelembaban. Bila tidak ada kelembaban maka kulit telur akan kering dan berakibat janinnya mati.

Dengan mengatur suhu via lubang vent sebelumnya, alat ini tidak akan sering on/off sewaktu suhu meningkat pada siang hari. Berbeda bila lubang vent ditutup/dipakai untuk menempatkan fan, maka alat ini akan bekerja extra berat, karena sering on/off dalam selang waktu yang teramat singkat, sehingga dapat mengurangi daya tahannya alias cepat rusak. Rugi bukan?

.

14/01/10

Pemanas darurat:

lampudashboard motor (4) 12vlamp heater

Bila susah menggunakan lampu minyak, karena minyak tanah sudah langka, maka terpaksa menggunakan lampu dashboard/panel atau sein motor. Keduanya berkekuatan 12v/5w, seharga Rp 1000 – 2000/bh.

Saya uji di box 25×25×20 cm (PxLxT) memerlukan lampu panel sebanyak 11 buah yang terhubung secara paralel- dipasang sekeliling box- agar suhu tetap di 37° (Paralel= + dg +, – dg -. Kalau seri= + – + -). Karena soket (tempat lampu) lampunya mahal (4500/bh) maka saya sambung dengan disolder menggunakan kawat tembaga. Dengan accu motor 5A (seharga 145rb), hanya bertahan 1 jam saja (5Ax12= 60w. Lampu 11×5= 55w. Maka 60/55=1)! Bila menggunakan accu mobil (40A seharga 450rb) bisa bertahan hingga 8 jam. Semakin besar boxnya semakin banyak lampunya. Diperlukan experimen berapa banyak lampu sesuai dengan box yang anda design. Lampu panel ini beraneka warna, putih, hijau, oranye dan merah.  Ada juga yang berukuran lebih kecil, jangan dipakai karena terlalu mini. Bila menggunakan lampu minyak yang berukuran sedang, bisa tahan lebih dari 5 jam dengan biaya sekitar Rp 5000/½lt (malah kurang dari itu) minyak tanah, dengan asumsi harga minyak tanah 10rb/lt. Mana yang anda pilih, tergantung kebutuhan/kemampuan.

.

Gambar inkub (22/03/10):

inkub0inkub0.1inkub0.2

Ukuran tidak mutlak, tergantung berapa kapasitas telurnya. Lubang vent (gb.3 warna violet, sebelah atas fan mini) min 5×10 cm.

.

relay pins

+ relay sambung ke C tr. Karena fungsinya untuk menghidupkan fan maka kaki 2 sambung ke +VDC, dan kaki 1 ke + fan.

.

Alternatif lain pengganti thermistor adalah ic LM35. Ic inipun sebenarnya tidak umum, alias barang langka. Begitu pula dg TL431 (voltage reference). Namun ini sebagai tambahan pengetahuan saja, siapa tahu didaerah anda tersedia komponen2 intinya (LM358, LM35 danTL431).

Thermostat lm35-escol

http://www.escol.com.my/Projects/Project-03%28Thermostat-1%29/Proj-03.html

Leave a Reply